Kamis, 15 Maret 2012

macam-macam sosialisasi

Sosialisasi dalam lingkungan sekolah, sosialisasi dalam lingkungan kerja,
dan sosialisasi melalui media massa

1.    Sosialisasi Dalam Lingkungan Sekolah
Salah satu agen sosialisasi adalah pendidikan formal. Dari sini seseorang akan mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajarinya. Pendidikan formal mempersiapkan seseorang untuk menguasai peranan-peranan baru dikemudian hari manakala ia tidak lagi tergantung pada orang tuanya.
Seseorang yang sudah memasuki bangku sekolah, akan secara resmi menjadi bagian kelompok formal dan tunduk atau terikat terhadap aturan-aturan ketat yang telah ditetapkan. Sanksi-sanksi ketat tersebut mula-mula membuat ia mengalami ketegangan batin, namun akan menghilang dengan sendirinya jika dia dapat beradaptasi dan menjadi terbiasa menjalankan aturan atau norma yang berlaku tersebut.
Selain peraturan sekolah, seseorang juga dibimbing oleh gurunya yang mengenal aturan-aturan kehidupan masyarakat. Guru sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam menyerap ilmu pengetahuan dan membentuk kepribadian. Untuk itu, guru harus mampu menjalankan peranannya sebagai teladan yang dipatuhi dan dihormati oleh murid-muridnya. Bila guru tidak menjalankan peran demikian maka tujuan pengajaran dan pendidikan akan sulit dicapai. Karna dalam masyarakat modern peranan keluarga sebagai agen nilai dan nrma tidak lagi mencukupi, maka sekolah dituntuk untuk berperan lebih aktif dalam mengembangkan anak didik.
Terbukti sosialisasi melalui sistem pendidikan formal cukup efektif, karna disamping membaca, menulis dan berhitung, disekolah diajarkan juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (archievement), dan kesamaan kedudukan (universalisme).

2.   Sosialisasi Dalam Lingkungan Kerja
Kelompok lingkungan kerja sangat beranekaragam dan terbentuk sesuai dengan bidang dan jenis pekerjaanya. Misalnya kelompok petani, dan kelompok pegawai kantor. Aturan-aturan setiap kelompok tentunya berbeda dan setiap orang yang melanggar ayuran tersebut akan dikenakan sanksi atau dikeluarkan dari pekerjaannya, Melalui penerapan aturan tersebut, seseorang mempelajari berbagai nilai dan norma yang harus dipatuhi untuk mencapai tujuan. Misalnya meningkatkan diri dalam displin, dan meningkatkan kerja sama dengan rekan kerja.
Dalam hubungan sosial dalam lingkungan kerja, setiap orang harus menjalankan peranan sesuai dengan kedudukannya. Nilai dan norma pergaulan sehari-hari tidak dapat diterapkan pada lingkungan kerja karna posisi atau jabatan seseorang sangat memperngaruhi hubungan yang harus dijalankan.

3.   Sosialisasi Melalui Media Massa
Perkembangan teknologi informasi sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan diri seseorang, khususnya anak-anak. Penyajian informasi yang sangat beranekaragam dalam bentuk hiburan, pendidikan dan promosi dari berbagai media elektronik biasanya dikemas sangat menarik sehingga penonton atau pendengar akan terpikat terhadap pesan yang disampaikan. Informasi yang positif akan membentuk kepribadian yang positif, dan informasi yang negatif akan membentuk kepribadian yang kurang baik.
Pesa-pesan yang ditayangkan melalui media elektronikdapat juga mengarahkan khalayak kearah perilaku prososial maupun antisosial. Penayangan adegan-adegan yang menjurus porno sering mengakibatkan kemerosotan moral serta peningkatan pelanggaran susila dalam masyarakat. Ikla-iklan yang ditayangkan melalui media massa mempunyai potensi untuk memicu perubahan pola konsumsi atau gaya hidup masyarakat. Media massa pun sering digunakan untuk mengukur, membentuk  ataupun mempengaruhi pendapat umum.

1 komentar:

Elman Loi mengatakan...

informasinya bagus bro